Friday, 12 January 2018

Tanda-tanda Hamil Ternyata Mirip PMS, Bedanya Apa Ya?


Sumber Gambar: Huffington Post

Saat mendekati hari H menstruasi memang sudah jadi semacam kebiasaan aku akan merasakan sakit di bagian kaki, punggung, dan kepala pusing. Tapi gejala-gejala kali ini menimbulkan pertanyaan lain, karena ternyata tanda-tanda kehamilan juga mirip PMS atau sindrom pra-menstruasi. Jadi di akhir bulan Mei, tanggal seharusnya aku mulai menstruasi, timbul pertanyaan "Apakah ini tanda aku hamil atau cuma PMS seperti biasanya?". Suami sih katanya sudah punya firasat kalau aku pasti hamil. Tapi aku tetap yakin kalau ini hanya PMS semata.


Lalu apa ya bedanya? Aku akan mencoba berbagi informasi yang dulu sempat didapatkan dari berbagai sumber. Mungkin tidak semua wanita mengalami tanda-tanda kehamilan seperti yang aku sebutkan, bahkan jika mengalaminya pun rasanya pasti bervariasi. Begitu pula dengan PMS, tidak semua wanita juga merasakannya. Penjelasan di bawah ini hanya sebagai referensi dan pengetahuan saja, karena terlambat datang bulan tidak selalu bermakna kehamilan.

Sakit punggung

Jujur, sebenarnya sangat sulit membedakan sakit di punggung saat PMS dan saat hamil. Beberapa literatur bahkan menyebutkan jika sakit punggung baru akan di rasakan wanita hamil di trisemester akhir. Tapi kenyataannya di usia awal kehamilan aku sudah merasakannya, jadi cukup sulit membedakannya dengan PMS. Mungkin satu hal yang cukup jelas terasa adalah bagian punggung mana yang sakit, kalau PMS seingatku punggung bagian atas jauh lebih terasa sakitnya. Sementara itu selama hamil, rasa sakit atau nyeri lebih sering kurasakan di bagian bawah.

Kram perut

Baik PMS maupun hamil, kram perut juga sama-sama terasa. Kalau aku kram perut biasa terjadi 1-2 hari sebelum menstruasi dan akan hilang seiring keluarnya darah. Saat kram perut itu terjadi lebih dari 2 hari aku mulai curiga, sepertinya aku hamil. Melansir HelloSehat, kram perut pada ibu hamil terjadi selama masa implantasi embrio. Tapi rasanya sedikit lebih ringan dibandingkan kram perut saat PMS walaupun frekuensinya bisa lebih lama.

Kram kaki

Sudah jadi langganan tiap akan menstruasi kaki terasa pegal, kram, dan ingin dipijat. Saat hamil pun ternyata aku juga mengalaminya, padahal ibu hamil rata-rata mengalaminya di trisemester ke-3. Mungkin waktu itu sugestiku juga bahwa aku akan haidh, karena setelahnya kram kaki tidak pernah aku rasakan bahkan sampai trisemester ke-3.

Nyeri payudara

Sudah sejak remaja aku merasakan nyeri payudara tiap haidh menjelang. Dan ternyata gejala ini pun terasa saat kehamilan tiba. Menurut laman Alodokter perbedaannya dengan menstruasi adalah rasa nyeri yang lebih hebat dan area puting yang warnanya semakin gelap. Payudara kita juta akan terasa lebih sensitif saat tersentuh.

Telat datang bulan

Telat datang bulan tidak selalu berarti kehamilan, apalagi bagi wanita yang memang siklus haidhnya tidak teratur. Bagi yang siklus haidhnya teratur pun belum tentu hamil saat telat datang bulan karena bisa saja waktu itu kita sedang stres sehingga haidhnya telat atau alasan lainnya. Tapi telat datang bulan juga jadi tanda paling mudah untuk mengenali apakah kita hamil atau tidak.

Tanda-tanda kehamilan lain

Aku tidak terlalu banyak merasakan tanda kehamilan, jadi tidak bisa terlalu banyak bercerita. Namun dari beberapa literatur dan forum ibu hamil ada beberapa tanda yang biasanya dirasakan saat masa awal kehamilan seperti mual dan muntah, ngidam, cepat lelah, lebih emosional, perut kembung, lebih sensitif terhadap bau, bahkan ada pula yang mengalami perdarahan (tapi katanya hanya merah muda atau kecoklatan, bukan merah tua).

Memang sulit sekali membedakan gejala PMS dan tanda-tanda hamil, apalagi ketika pikiran kita juga memikirkan bahwa mungkin ini adalah sebuah kehamilan. Kekuatan pikiran sangat luar biasa untuk mempengaruhi fisik kita, jadi cara terbaik memang melakukan uji kehamilan atau periksa ke bidan maupun dokter.