Memilih Dokter dan Rumah Sakit Bersalin di Surabaya Barat

Sumber Gambar: foody.id

Memilih tenaga kesehatan untuk kehamilan pertama bukan urusan yang mudah. Apalagi kami pendatang baru di Surabay yang tidak tahu secara langsung rekam jejak bidan, dokter, ataupun rumah sakit. "Katanya" dan "hasil googling" jadi panduan, tapi tetap saja bikin deg-degan. Akhirnya satu-satunya cara adalah survei secara langsung.


Ada dua hal yang dipertimbangkan selama survei, yaitu kondisi rumah sakit dan penanganan dokternya. Awal pemeriksaan kami lakukan di Rumah Sakit Dharma Bakti Husada (BDH) Benowo Surabaya dengan dr. Benediktus Arifin. Beliau ramah dan penanganannya baik, sayangnya dia cowok, kalau bisa pengen yang cewek. Selain itu, rumah sakit BDH tidak masuk dalam daftar rumah sakit yang di-cover asuransi perusahaan, jadi harus pakai sistem reimburse. Ribet!

Pemeriksaan kedua, kami mencoba mengunjungi RS Bunda, Kandangan, Surabaya. Alhamdulillah ada dokter yang cewek, namanya dr. Renie Widiyanti. Orangnya halus, tidak terlalu banyak omong tapi baik dan perhatian. Walaupun suka telat datangnya hahaha. Tapi aku kurang sreg dengan rumah sakitnya, suasananya gelap karena ventilasinya tidak teratur. Maklum, rumah sakit ini terletak di pemukiman yang cukup padat kali ya. Aku masih ingin mencari rumah sakit lain.

Pilihan berikutnya jatuh ke RS Islam Darus Syifa' Benowo, Surabaya. Suasananya lebih lega dari pada di RS Bunda, lebih luas, banyak tanaman hijaunya jadi udara rasanya segar. Aku semakin yakin akan melahirkan di sini saja. Tapi begitu masuk ke ruangan dokter kandungannya untuk melakukan pemeriksaan, BIG NO! Sebut saja dr. R, beliau meminta 3-4 pasiennya langsung masuk, berbicara secepat pesawat jet dan kalimatnya seperti sudah dihafalkan. Aku bahkan tidak ditimbang ataupun diperiksa tekanan darahnya, hanya di USG tanpa dilap cairannya setelah selesai, hmm! Aku nggak mau melahirkan dengan orang yang hanya mengejar kuantitas yang ujungnya pasti uang, apalagi. Langsung coret!

Aku mulai mencari-cari info di forum ibu hamil Surabaya, tapi kebanyakan membahas rumah sakit di daerah kota atau Surabaya bagian lain. Hampir tidak ada yang mengupas Surabaya Barat. Sebenarna ada satu RS yang masih memberi harapan soal fasilitas dan dokter yang bagus, yaitu RS Lombok 22 Lontar. Tapi setelah aku ke sana, ternyata tak setinggi yang aku harapkan kecuali harganya yang memang mahal. Dan tidak di-cover asuransi perusahaan juga.

Finally, pilihanku dan suami kembali lagi ke RS Bunda. Selain jaraknya yang dekat dan dokternya yang baik, fasilitasnya ternyata lumayan juga setelah disurvei secara langsung. Cukup lah InsyaAllah. Di bagian persalinan, ada bidan juga yang selalu siap sedia. Mereka juga sangat ramah saat aku sedang survei ke sana. Semoga ini menjadi pilihan terbaik untuk aku, suami, dan janin di dalam perutku. Aamiin.

You Might Also Like

2 comments

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.