Friday, 12 January 2018

Baru Menikah 1 Bulan Sudah Hamil 1,5 Bulan, Kok Bisa?

Sumber Gambar: missy-lia.com

Tiap ada yang bertanya berapa usia kandunganku sekarang, suami selalu menjawab satu bulan atau dua minggu lebih lambat. Alasannya takut dikira hamil duluan, hahaha! Misalnya saat aku menulis artikel ini, usia kandunganku harusnya sudah 36 minggu atau 9 bulan, tapi tiap ditanya orang suami akan menjawab abru 8 bulan. Kenapa? Ya tadi itu, takut dikira hamil duluan. Lha wong kami menikah akhir April, kok bulan Desember awal sudah 9 bulan kandungannya? Orang awam pasti akan berpikir demikian.


Alhamdulillah aku dan suami memang dianugerahi kehamilan langsung setelah kami menikah. Jadi aku tidak pernah haidh lagi setelah menikah, haidh terakhirku adalah beberapa hari sebelum pernikahan kami. Untuk alasan ini pula, usia kandungan kami cukup membuat kami was-was saat ditanya. Padahal sangat wajar ketika usia kandungan lebih tua dari usia pernikahan. Lho kok bisa? Simak penjelasannya di bawah ini ya hehe.

Bagaimana proses kehamilan terjadi?

Dari berhubungan intim lalu menjadi janin, mungkin sederhananya begitu. Tapi sebenarnya perjalanan kehamilan begitu panjang dengan melibatkan dua unsur yaitu sel sperma dan sel telur. Pada saat berhubungan intim dan pria mengalami ejakulasi yang akan mendorong cairan semen (mengandung sperma) ke dalam vagina wanita menuju leher rahim.

Perjalanan sel sperma ini sangat panjang, biasanya sering digunakan di video-video motivasi yang meyakinkan kita bahwa setiap manusia yang lahir ke bumi ini adalah pemenang. Memang benar, dari jutaan sel hanya ada satu yang akan berhasil mencapai sel telur dan melakukan konsepsi. Meski sudah mencapai sel telur pun, tak mudah bagi sel sperma untuk mempertahankan diri.

Sementara itu, bagi sel telur, perjalanan dimulai saat ovulasi yaitu ketika sebuah sel telur dilepaskan oleh ovarium, 14 hari sebelum haid berikutnya (dalam satu siklus menstruasi). Sel telur akan masuk ke dalam saluran (tuba) dan ditransportasikan ke dalam rahim. Jika tidak terjadi fertilisasi, sel telur akan berdegenerasi dan dikeluarkan dari rahim bersamaan dengan darah haid. Namun, jika terjadi fertilisasi, hasil pembuahan akan tumbuh menjadi embrio melalui pembelahan sel.

Jadi bisa dibilang proses kehamilan ini dimulai sejak terjadinya ovulasi.


Usia kehamilan dan usia janin ternyata berbeda

Usia kandungan atau ada juga yang menyebutnya usia kehamilan berbeda dengan usia janin. Jika mengamati hasil USG, kita akan menemukan istilah GA atau Gestational Age, ini merupakan usia kehamilan bukan usia janin. Meski begitu, keduanya sama-sama digunakan untuk menggambarkan usia janin yang sedang tumbuh setelah sel telur dibuahi oleh sel sperma.

Namun keduanya dihitung secara berbeda, usia kehamilan dihitung dari hari pertama haidh terakhir (HPHT). Perhitungan ini digunakan untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL). Sementara itu usia janin dihitung dari tanggal sebenarnya fertilisasi terjadi atau disebut dengan istilah konsepsi.

Sayangnya proses kehamilan ini tidak bisa kita monitor dengan detail, terutama kapan konsepsi itu terjadi, jadi semuanya serba perkiraan. Idealnya, konsepsi berlangsung kira-kira dua minggu setelah HPHT sehingga usia janin dua minggu lebih lambat dari usia kehamilan.

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan?

Sebenarnya masih ada cara lain selain HPHT yang bisa digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan, namun HPHT adalah cara yang paling banyak digunakan karena cukup mudah. Jika lupa HPHT cara lainnya adalah dengan mengukur gerakan janin dan fundus uteri (jarak antara tulang kemaluan hingga puncak rahim), namun kedua cara ini tentu sulit dilakukan di awal kehamilan.

Untuk menghitung usia kehamilan dengan HPHT pun ada beberapa rumus yang bisa digunakan, ada rumus Naegele, 4 1/3, dan lainnya. Aku sih malas menghitung, jadi cari kalkulator kehamilan online saja, banyak banget kok! Hehehe.

Kalkulator kehamilan online berbahasa Indonesia bisa kamu temukan disini, tinggal memasukkan HPHT kamu akan tahu tanggal perkiraan pembuahan, perkira usia janin, perkiraan siap dilahirkan, hari perkiraan lahir, kapan mulai masuk trisemester I,II, dan III, bahkan termasuk perkiraaan berat dan tinggi badan janin serta penambahan berat badan ibu. Gampang nggak perlu hitung-hitungan!

Kalkulator kehamilan lain yang pernah aku coba dan sangat puas dengan hasilnya karena kita bisa membandingkan hasil dari hitungan berbagai macam rumus ada disini.

Saat pemeriksaan USG juga akan muncul perkiraan usia kehamilannya, terkadang aku sampai bingung harus percaya yang mana. Maklum kalau hasilnya beda-beda, namanya juga perkiraan kan ya hehe.