10 Hal yang Dirasakan Ibu Hamil, Mana yang Normal dan Tidak Normal?

Sumber Gambar: parents.com


Setiap periksa, dokter Renie pasti akan bertanya, "Ada keluhan apa?" dan aku hampir selalu menjawab "Nggak ada Dok". Bukan sok kuat atau bagaimana, tapi arti keluhan menurutku adalah hal yang tidak sewajarnya terjadi tapi ternyata kita alami. Jadi jika ibu-ibu hamil lain akan menjawab mual dan muntah sebagai keluhannya, menurutku kedua hal itu belum pantas untuk dikeluhkan kecuali mual dan muntahnya berlebihan. Kalau masih wajar, misalnya cuma tiap pagi dan nggak sampai bikin badan lemah lunglai sih harusnya kita nggak perlu mengeluh sebagai ibu hamil.

Menurutku mengeluh juga bisa membawa pikiran negatif berlebihan dalam diri kita, dampaknya banyak. Salah satunya jadi ingin selalu mencari perhatian lebih dari orang-orang sekitar. Buat janin juga nggak bagus tuh kalau ibunya terlalu banyak berpikir hal negatif, hehehe. Pokoknya apa yang masih bisa kita handle, nggak perlu dikeluhkan ya!

Sering buang air kecil

Ini normal banget! Penyebabnya adalah perubahan hormonal, meningkatnya jumlah dan kecepatan darah yang beredar di tubuh, serta ukuran rahim yang membesar.

Kita hanya perlu waspada kalau sering buang air kecil dengan tanda-tanda urine tampak keruh, berwarna merah atau merah muda, dan berbau busuk, disertai demam dan lemas. Mungkin kamu terkena infeksi saluran kemih, segeralah periksa ke dokter!

Mual dan muntah di awal kehamilan

Biasanya dikenal dengan nama morning sickness karena mual dan muntahnya pagi-pagi. Kalau aku malah malam-malam mual dan muntahnya. Penyebabnya dari mulai bau dapur sampai bau orang hahaha.

Mual dan muntah sangat normal, tapi kalau terjadi lebih dari 10 kali dalam sehari bisa dikategorikan dalam hiperemesis gravidarium yang memerlukan penanganan khusus. Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan kematian.

Sakit di beberapa bagian tubuh

Bukan sakit sih ya sebenarnya, tapi lebih ke pegal-pegal. Letaknya bisa macam-macam dan tiap ibu hamil bisa berbeda. Tapi yang biasanya selalu dialami ibu hamil adalah sakit punggung. Kalau diusap-usap, enak banget! Apalagi dipijat, jangan ditanya!

Tak ada yang perlu terlalu dikeluhkan karena pegal-pegal itu wajar asalkan tidak sampai bengkak. Kita bisa minta suami untuk memberikan pijatan tipis-tipis atau pijat khusus untuk ibu hamil, perhatikan juga bagian-bagian tubuh yang nggak boleh dipijat selama masa kehamilan.

Perubahan kondisi kulit

Nggak tahu kenapa aku merasa kulitku lebih bagus selama hamil, cuma beberapa kali jerawatan, itupun cepat hilangnya. Tapi di trisemester ke-3, ujian untuk kulit perutku sangat luar biasa. Apalagi kalau bukan stretchmark! Bukan karena bentuknya saja yang seram, tapi perih juga kalau tersentuh.

Pernah suatu ketika, aku memakai baju yang cukup tipis dan ada nyamuk yang nggak gigitannya tembus sampai ke perut. Gatal dan perihnya luar biasa! Daerah stretchmark langsung memerah dan rasanya pengen ngelupasin kulitnya kalau bisa :(

Perubahan cairan vagina

Selama hamil keputihan dianggap normal dan akan terus terjadi sampai masa akhir kehamilan, asalkan warnanya jernih atau putih dan tidak berbau. Kalau tidak memenuhi dua syarat itu kemungkinan besar kita mengalami infeksi dan sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Perubahan payudara

Selain bertambah ukuran lebar dada, ukuran cup mungkin juga akan bertambah. Atau paling tidak aerola kita akan membesar beserta putingnya. Selain itu, juga akan keluar kolostrum, biasanya saat sudah memasuki trisemester ke-3.

Perubahan mood

Ini yang paling sering dikeluhkan para bapak hamil alias suami. Si istri yang sedang hamil entah apa alasannya jadi sering menangis, marah-marah, dan emosian. Jujur, urusan mood ini memang paling nggak bisa ditahan. Tiba-tiba air mata keluar sendiri, padahal masalahnya sepele banget.

Pernah suatu ketika aku marah ke suami tapi nangisnya ke suami juga sambil meluk dia hahaha.

Masalah pencernaan

Ini mungkin satu-satunya keluhan yang aku alami selama masa kehamilan. Entah berapa kali aku mengalami diare, tentu ini bukan hal yang wajar karena sehari lebih dari tiga kali. Biasanya aku minum yakult, yoghurt, atau air kelapa muda untuk menenangkan perutku. Belum pernah sampai minum obat diare dari dokter.

Gangguan tidur

Super menyebalkan tiap melihat suami tidur apalagi sampai bisa mendengkur di saat kita masih guling-guling nggak bisa tidur. Sedih dan marah gemas. Pernah suatu malam aku sampai menangis gara-gara nggak bisa tidur padahal badan rasanya lelah dan pegal karena seharian duduk nulis banyak. Eh, suamiku malah dengan pulasnya tidur dan sama sekali nggak terbangun mendengar tangisanku hahaha.

Gairah seks menurun

Nggak cuma istri yang merasakannya, suami pun mengalami hal serupa saat melihat perut istrinya membesar. "Nggak enak aja lihatnya, kasihan." Kurang lebih itu yang ada di pikiran suami. Apalagi di trisemester ke-3 rasanya takut dan nggak enak, tapi pengen hihihi.


Setiap ibu hamil bisa jadi berbeda yang dirasakan, walaupun sama kadang bervariasi juga. Jadi nggak ada patokan khusus.

You Might Also Like

0 comments

SUBSCRIBE NEWSLETTER

Get an email of every new post! We'll never share your address.