Tuesday, 10 February 2015

Tiket Kereta Serayu Beda Harga

Harga kereta ekonomi sekarang mahal. Untungnya pelayanannya sangat jauh meningkat. Semua orang pasti mendapat tempat duduk. Tidak ada lagi penjaja makanan dan pengamen jalanan. Tidak ada lagi tukang sapu jalanan dan penyemprot parfum yang baunya luar biasa menyengat. Kereta ekonomi bukan lagi Kandang Ayam. Kamar mandi dan kondisi gerbong bersih. Pelayanan makanan cukup memuaskan. Petugas-petugas di kereta juga cukup bertanggung-jawab. Tempat sampah tersedia di tiap gerbong. Di tiap tempat duduk juga disediakan plastik untuk membuang sampah sementara. Dan yang paling penting sudah ada colokan listrik. 

Sumber Gambar: youtube.com

Kita ambil satu contoh, kereta Serayu (Jakarta Kota - Kroya - Purwokerto) yang semula hanya 35 ribu kini naik menjadi kisaran 90 ribu - 120 ribu. Anehnya, dengan fasilitas yang sama, tiket kereta Serayu memiliki 4 tingkatan harga : 90 ribu, 100 ribu, 110 ribu, dan 120 ribu.

Pada 6 Februari 2015, saya memesan tiket menggunakan aplikasi KAI untuk android dan yang tersisa hanya tiket dengan harga 120 ribu. Saya bebas memilih tempat duduk yang masih kosong dari gerbong 1-6. Hal ini berbeda dengan bulan lalu (20 Januari 2015). Saya juga membeli tiket menggunakan aplikasi KAI dengan harga 100 ribu. Waktu itu saya hanya bisa memilih tempat duduk kosong di gerbong 2, tidak bisa pindah ke gerbong lain. Saya sempat mencoba membuka tiket dengan tingkatan harga yang lain. Pada tiket 90 ribu saya hanya bisa memilih duduk di gerbong 1. Lalu saya menyimpulkan: tiket 90 ribu untuk gerbong 1, 100 ribu untuk gerbong 2, dan seterusnya. Saat di kereta kebetulan ada seorang ibu dari gerbong 1 pindah ke gerbong 2 karena di gerbong 1 AC-nya tidak dingin. "Oh mungkin karena gerbong 1 paling murah harganya. Tapi untuk perjalanan hari ini rasanya fasilitas tiap gerbong sama saja walaupun harga tiketnya berbeda. Bahkan seperti yang saya jelaskan sebelumnya, saya bebas memilih tempat duduk kosong dari gerbong 1-6. Atau karena harga tiket yang saya pilih paling mahal?

Jika benar tiap gerbong memiliki fasilitas berbeda, seharusnya saya yang membeli tiket seharga 120 ribu tidak boleh ditempatkan di gerbong yang murah. Tapi nyatanya saya malah dibebaskan memilih duduk di gerbong manapun. Dan jika tiap gerbong fasilitasnya sama, kenapa harganya beda-beda?