Friday, 10 October 2014

Mahasiswa IPB Dibacok Maling

Kamis (9/10/2014) sekitar pukul 04:00 dini hari salah satu kontrakan mahasiswa IPB disatroni maling. Pelaku mengancam menggunakan senjata tajam saat tertangkap basah oleh seorang penghuni kontrakan (AM, 21 tahun). Naasnya  AM yang berusaha membela diri justru terkena lima bacokan. Tiga bacokan di bagian kepala dan dua bacokan di tangan. Saat ini korban sedang menjalani operasi dan perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Bogor.

Sumber Gambar: apparelmagazine.co.nz


Kejadian kemalingan di daerah sekitar kampus IPB yang dibanjiri kontrakan dan kost mahasiswa ini bukan kali pertama terjadi. Sudah bertahun-tahun kasusnya akrab di telinga warga. Korbannya mayoritas adalah mahasiswa. Bisa dibilang dalam jangka waktu empat tahun penyewaan, hunian kita pasti akan disambangi si maling paling tidak sekali. Obyek pencurian bermacam-macam dari laptop, komputer, motor, handphone, uang, dan barang berharga lainnya. Metode pencurian juga tak kalah macamnya. Dari memanfaatkan kelalaian penghuni yang tidak mengunci pintu, membobol jendela, hingga ancaman senjata tajam.

Tahun lalu, mahasiswa perempuan DAF dan AAS juga kemalingan pada jam-jam yang sama dengan AM. Maling membobol jendela kontrakan mereka yang bahkan sudah dipasang teralis. DAF sempat melihat pelaku yang menutupi wajahnya dengan sarung tapi sayang tidak tertangkap. Penghuni kontrakan pun melaporkannya ke polisi.

Kasus-kasus tadi hanyalah segelintir kasus dari puluhan bahkan mungkin ratusan kasus lainnya. Selain pengamanan yang kurang di daerah sekitar kampus, hal lain yang sangat disayangkan adalah kurangnya peran kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. Menurut keterangan mahasiswa yang pernah melaporkan kasus pencurian ke polisi, mereka hanya datang melihat TKP tanpa ada hasil yang berarti untuk mengusut kasus yang sudah mendarah-daging. Pihak mahasiswa banyak yang berspekulasi bahwa pelaku-pelaku pencurian bekerjasama dengan warga atau pihak lain. Pendapat ini muncul dari kekecewaan mahasiswa terhadap penanganan kasus-kasus yang dilaporkan dan kelanjutannya tidak terendus lagi.

Kasus AM hendaknya bisa memberikan pelajaran lebih pada pihak kepolisian atau siapapun yang berwenang untuk mengusut tuntas kasus kemalingan yang sudah menelan banyak korban.