Tuesday, 15 September 2015

Black Dating (Dating Violence)

Istilah Black Dating semakin meluas seiring dengan dilakukannya penelitian ilmiah oleh universitas-universitas besar dunia. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka menjalani Black Dating atau tahu tapi tidak melaporkannya. Kasus kedua lebih sering terjadi.
Sumber Gambar: manynet.org

Black Dating atau Dating violence adalah keadaan ketika seseorang dengan sengaja terluka atau takut kepada orang yang mereka kencani (Selengkapnya baca di Womenshealth). Luka dan ketakutan tersebut disebabkan oleh kekerasan. Womenshealth menyebutkan ada tiga jenis kekerasan:
1. Kekerasan fisik : tamparan, pukulan, tendangan, gigitan, dll.
2. Kekerasan psikologis : dibentak, dibully, dll.
3. Kekerasan seksual : dipaksa berciuman atau bersentuhan dan hal-hal seksual lain yang tidak kamu setujui.

Dating Violence lebih banyak dialami oleh perempuan. Di US, 1 dari 10 perempuan pernah mengalaminya. Di Indonesia mungkin tidak jauh berbeda atau bahkan angkanya lebih fantastis.

Data dari BKKBN di buku "Udah Putusin Aja" karya FS menyebutkan usia mulai pacaran adalah 12 tahun. Jumlah orang pacaran mungkin dirajai usia ABG. Usia yang rentan dengan kekerasan karena rasa penasaran yang tinggi, terutama dalam hal-hal yang seksis.

Cara mencegah Dating Violence yang pertama adalah dengan menyadari bahwa kita sedang terjebak di dalamnya. Banyak perempuan yang tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami kekerasan fisik, psikologis, maupun seksual. Hal tersebut dipicu oleh alibi yang diucapkan pasangannya. Misalnya dengan mengatakan bahwa disentuh pada bagian tertentu adalah hal yang wajar untuk orang pacaran.

Perempuan juga sering kali ditempatkan dalam posisi yang sulit sehingga kasus Dating Violence tidak pernah dilaporkan ke polisi. Misalnya jika yang terjadi adalah kekerasan seksual. Perempuan akan dituduh melakukannya atas dasar suka sama suka karena ikut menikmati. Walaupun pada kenyataannya Si Perempuan tidak memiliki pilihan lain karena terbius oleh cinta. Pelaku Dating Violence biasanya akan menawarkan "putus atau ikuti saja mauku".

Jika kalian pacaran dan ingin mencegah Dating Violence, menurut Womenshealth salah satunya adalah dengan pacaran di tempat terbuka yang bisa dilihat orang lain. Selain itu sebagai perempuan kita juga harus memiliki prinsip dan berani menolak secara tegas apapun resikonya. Untuk anak-anak atau ABG yang berpacaran, orang tua harus mengambil peran untuk memberikan pengetahuan mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

Jika kalian berpacaran dan ternyata hubungan kalian adalah black dating maka "Udah putusin aja" menjadi solusi terbaik.

Violence is not love. Violence is always wrong and you can get help. Don't be afraid! You're strong enough, girl!