Friday, 22 September 2017

Ketika Emas Tak Ada Harganya Dibandingkan Usapan di Punggung Ibu Hamil

Dasarnya aku memang  nggak suka memakai perhiasan, termasuk yang emas.

Tapi analogi ini benar-benar cocok untuk kebanyakan perempuan yang memang menganggap emas sama primernya dengan pakaian. Saat hamil, emas tak akan lagi ada harganya dibandingkan usapan di area punggung.

Bagi yang belum atau tidak akan hamil, mungkin akan sulit membayangkan betapa kompleksnya hal-hal yang dirasakan ibu hamil baik secara fisik maupun mental. Tak hanya jadi sensitif perasaaannya dan mudah kepikiran berbagai macam hal, secara fisik ibu hamil juga akan mengalami beberapa keluhan seperti sakit punggung, pinggang dan kaki, belum lagi harus mual dan muntah.


Ibu Hamil Butuh Perhatian Lebih?

Aku bukan tipe orang yang hobi mencari perhatian dengan mengeluh atau bermanja-manja, tapi saat hamil rasanya beda. Benar-benar ingin lebih diperhatikan, dimanja, dan kadang nggak bisa menahan diri untuk tidak mengeluh.

Bagiku pribadi, hamil tak seharusnya diiringi dengan mengeluh sih, menurutku kita tidak berhak dan tidak perlu melakukannya. Just enjoy this beautiful gift! Ibu hamil tak perlu sibuk mencari perhatian ini itu, curhat dan mengeluh di media sosial, dan menuntut yang macam-macam pada kehidupan.

Alasannya cukup sederhana, ketika kita berharap ini-itu, akan muncul ekspektasi tertentu yang jika nantinya tidak terpenuhi kita akan kecewa. Daaaaan... kecewa adalah perasaan negatif (apalagi kamu sedang jauh lebih sensitif) yang akan mempengaruhi kondisi janinmu. Itu saja alasan kenapa kita sama sekali tidak berhak dan tidak perlu melakukannya.
Lalu bagaimana ketika kita sudah merasa "nggak kuat", lelah, dan ingin menyerah?

Cobalah berhitung sampai 100,1000,5000... dst.

Serius! Aku melakukannya!

Cobalah menangis sendirian dulu, tanpa ada yang tahu.

Mungkin saja itu hanya emosi sesaat yang menguasaimu. Meski hamil, bukan jadi pemakluman kita boleh merepotkan atau membebani orang lain lho!

Namun jika memang masih terasa berat, ceritakanlah, berbagilah pada orang yang kamu percaya bisa membangkitkan kebahagiaanmu. Entah itu suami, keluarga atau temanmu. Jangan lagi menyimpannya sendiri atau kamu bisa terkena depresi.

Dapatkan perhatian dengan memberi perhatian

Cinta bukan hanya soal menerima bukan? Cinta selalu tentang hubungan timbal balik, menerima sekaligus memberi.

Kehamilan adalah tanggungjawab, hadiah, sekaligus ujian. Baik untuk sang Ibu maupun suaminya. Beberapa tipe suami terkadang tidak peka atau bahkan tidak sabar dengan istrinya yang sedang hamil. Seharunya ibu hamil juga tidak berekspektasi berlebihan. Sangat sulit bagi laki-laki atau orang yang belum pernah hamil untuk mengerti keadaan ini.
Cara yang paling ampuh justru dengan lebih dulu memberikan perhatian pada suami atau orang di sekitar kita. Tetaplah beraktivitas seperti biasa dan teruslah memberi cinta. Pasti mereka akan membalasnya. Coba deh!

Bikin berdua hamilnya juga berdua dong!

Hamil harus dirasakan berdua. Artinya suami harus mrmiliki kesadaran untuk terus mendukung sang istri selama masa kehamilan. Jika tadi sudah kita bahas bagaimana istri tetap harus menahan diri, sekarang kita akan ulas tentang tanggungjawab suami.

Jika istri sudah bersedia membawa janin dalam kandungannya, maka tugas suami adalah meringankannya. Tak sulit, jika istri sudah ikhlas mual dan muntah, maka suami bisa dengan tersenyum membuatkan minuman hangat untuknya. Jika istri sudah mau aktivitasnya dibatasi, maka suami wajib membuatnya merasa tak terpenjara. Jika istri rela merasakan sakit di beberapa anggota tubuhnya, maka suami sudah sepatutnya ringan tangan untuk memijat atau sekedar mengusap punggungnya. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

BTW, Kenapa punggung jadi bagian yang paling sering dikeluhkan ibu hamil ya? Ini bukan blog medis, aku nggak akan membahas itu. Aku cuma akan mengiyakan kalau diusap punggungnya saat hamil itu sama dengan "surga", saking enak dan nyamannya. Beratnya janin beserta air ketuban dan teman-temannya yang tiap hari harus dibawa rasanya tak terasa lagi usai diusap punggungnya.

That's why aku sangat bangga dengan suamiku (yang walaupun nggak tiap hari) tangannya selalu bersedia mengusap punggungku. Makasih ya Beb, kalau kamu baca ini segera rubbing my back ya hahaha.