Monday, 16 February 2015

Ulang Tahun Rinai

Satu jam lalu, saat tulisan ini mulai ditulis, seorang bayi lahir tanpa menangis. Hari ini genaplah dia berusia kembar, 22 tahun. Baginya perayaan ulang tahun tidaklah penting, tapi bertambahnya usia kali ini cukup penting. Rasanya baru kemarin membuat drama boneka barbie kini ia sudah bercita-cita menjadi penulis naskah sinetron.

Sumber Gambar: sixtyandme.com


Di usia ini dia sadar bahwa WAKTU BUKANLAH UANG. Dua hal ini sangat jauh berbeda. Waktu tidak bisa kita simpan maupun pinjam layaknya uang. Waktu hanya tersedia sekarang, saat ini. Selebihnya waktu hanya tinggal di alam pikiran dalam bentuk mimpi dan memori. WAKTU SANGAT BERHARGA, kalimat ini agaknya lebih tepat untuk memotivasi kita dibandingkan time is money.


Baginya, 22 tahun sudah terlewati dengan banyak penyesalan layaknya manusia biasa. Umurnya bertambah, tapi kedewasaannya tidak. Walaupun kadang dia juga terlampau dewasa. Wajahnya tidak bermake-up, bajunya tidak stylist, gaya bicaranya tidak borjuis, dan teman-temannyapun tidak parlente. Dia begitu idealis dan introvert. Dia seorang realis yang romantis. She is too perfect!

Tetaplah seperti itu karena hidup tak pernah meminta keseragaman.
Selamat ulang tahun, Rinai!

Aku rintik yang tak pernah selesai.