Sunday, 8 February 2015

I am 21

"I am 21 and living in a crazy world" - Gangsta (Kat Dahlia)
Sumber Gambar: lovethispic.com

Satu-persatu teman bermain kita pergi. Bekerja, bekerja, bekerja dan menikah. Sementara aku masih terkatung-katung dalam dunia yang gila. Dunia gila yang membuatku lebih gila. Berulang kali dihadapkan pada resiko, kegagalan, dan ketidakberuntungan. Tapi berulang kali pula aku bangkit menampar diri sendiri. Aku harus keluar dari zona nyaman!
Melewati masa pengabdian kurang lebih satu tahun dengan lingkungan agamis dan penghidupan yang cukup, sama sekali tidak menarik. Jika kita terlalu nyaman justru kita harus pergi mencari tantangan baru. Hidup di rumah pun bagai di surga. Makanan berlimpah tanpa mengeluarkan rupiah. Tapi sekali lagi, jika kita terlalu nyaman justru kita harus pergi.

Aku memilih Bogor, tempat yang dulu sangat ingin kutinggalkan. Menumpang bagai parasit di tempat orang lain dengan uang pas-pasan. Hidup ala pengangguran yang mirip program diet. Mencoba berjuang menjadi pencari kerja dengan ijazah kadaluarsa. Ijazah yang masih menjadi "tahanan kota" dan kemungkinan akan dipenjara lagi. Berpikir keras untuk memenangkan idealisme atas fakta-fakta realistis di sekitar kita. Menolak menjadi bagian dari hegemoni kehidupan kota. Memberanikan diri melawan arus. Bukan gaji dan posisi yang kucari, aku masih cukup idealis untuk menjunjung passion diatas semua itu. Entah sampai kapan, bisa jadi nanti aku mendadak realistis.

Penghidupan pun tak hanya soal pekerjaan, tapi juga pasangan. Usia 20-an pasti sudah tidak asing dengan undangan, kondangan, dan pertanyaan. "Kapan nikah?". Kapan-kapan. Tidak munafik, sosok pasangan sangat penting dalam usaha meraih masa depan. Tapi betapa lemahnya kita kalau harus memaksakan diri untuk menjalin hubungan abu-abu demi itu semua. Untuk urusan satu ini aku lebih idealis lagi. Aku menjadi tidak mudah dalam urusan ini. I am too perfect! Terlalu sempurna untuk menjalani hubungan yang salah lagi.

Beberapa teman perempuan pernah mengatakan jika saja aku laki-laki maka mereka mau menjadi pacarku, hahaha.  I am too perfect!