Saturday, 3 May 2014

Sastrawan Indonesia Inspirasiku

Ayo siapa sastrawan Indonesia yang kalian kenal? Sebelum disebutkan, kalian harus tahu dulu apa arti sastrawan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan arti kata sastrawan sebagai berikut:

sas·tra·wan n 1 ahli sastra; 2 pujangga; pengarang prosa dan puisi; 3 (orang) pandai-pandai; cerdik cendekia;

Dari sekian banyak karya sastra, aku paling suka novel, cerpen, baru kemudian puisi. Sejak kecil aku suka membaca buku cerita dari perpustakaan sekolah yang ada stempelnya "Milik Negara, tidak diperdagangkan". Aku membaca novel pertama kali saat SMP, karya N.H. Dini, judulnya aku tidak ingat.

Sumber Gambar: goodnewsfromindonesia.id

Waktu SMA aku mulai membaca karya Tere Liye dan beberapa novel terjemahan seperti Narnia, semuanya pinjam. Barulah saat kuliah aku mulai bisa membeli novel sendiri dan terinspirasi dengan tulisan-tulisan mereka.

1. Tere Liye
Aku membaca dan mengikuti semua novelnya sejak Hafalan Sholat Delisa sampai Eliana. Setelahnya aku sudah tidak mengikuti novel Bang Tere lagi. Bosan, bukan berarti tidak bagus. Aku masih suka novel-novelnya, tapi aku bosan mengikutinya. Semakin kesini tulisannya kurang "kaya", seperti diburu waktu dan uang (mungkin). Well, Bang Tere tetap menjadi salah satu inspiratorku untuk menulis. Gaya tulisannya wise, jujur, dan apa adanya. Aku suka.

2. Andrea Hirata
Sebelum laskar pelangi difilmkan, aku sudah membaca habis novel ini. Sama seperti Tere Liye, aku juga memburu novelnya, hingga dwilogi padang bulan. Setelah itu Andrea juga vakum berkarya hingga novel terbarunya, Ayah. Andrea selalu menghadirkan ceritanya senyata mungkin di depan pembaca. Great!

3. Ayu Utami
Novel pertamanya yang kubeli adalah Pengakuan Parasit Lajang. Gaya menulisnya super "renyah" dan "kriuk". Bukan hanya romantisme belaka, novelnya kaya akan pengetahuan dan opini "beracun". I love her novel (so much). Sejak itu aku mulai membeli novel-novelnya yang lain: Saman, Larung, CCE, PEPS, dan lainnya.
4. Dee Lestari

Kekagumanku dimulai dari Filosofi Kopi yang membawaku ke gramedia untuk berburu novel-novelnya yang lain. Dee tidak "renyah" tapi "bumbu" di dalam novelnya luar biasa pas. Aku sangay kagum dengan imajinasinya yang tak pernah habis. I want to meet you, Dee!

5. Leila S. Chudori
Novel 9 dari Nadira berhasil menghipnotisku sejak halaman ucapan terima kasih. Gaya beetuturnya membuatku masuk ke dalam dunia Nadira, masuk sedalam-dalamnya.

6. Laksmi Pamuntjak
Setelah menemukan Leila, aku mencoba mencari penulis lain dengan gaya serupa dan aku tenggelam pertama kali bersama novel Amba.

7. Gola Gong
Setelah menemukan selera sastraku, aku mulai mencari novel-novel lawas. Salah satu yang kutemukan adalah Balada Si Roy. Gaya berceritanya lugas dan teratur walaupun ada 10 jilid, tidak heran kalau novel ini dicetak ulang.

8. Kuntowijoyo
Tanpa sengaja saat berkeliling di Gramedia, aku menemukan karya almarhum terpampang di rak bawah. Entah kenapa aku tertarik membelinya, saat kubaca, benar saja aku langsung kagum. Baru kali itu aku membaca novel berlatar desa yang ditulis dengan sudut pandang yang sederhana tapi sarat akan makna.

9. Pramoedya Ananta Toer
Siapa yang tidak mengenalnya, dia adalah satu-satunya sastrawan Indonesia yang pernah menjadi kandidat peraih nobel sastra. Bagaimana kualitas karyanya? Jangan tanyakan itu lagi, dunia saja sudah mengakui kehebatannya!

10. Pidi Baiq
Aku baru saja membaca novelnya. "Dilan" menduduki posisi best seller di toko buku Gramedia September ini. Pidi menyadarkanku bahwa dunia itu lucu dan menyenangkan. Dia mengolah kata per kata dengan sangat baik. Tidak heran sejak membaca Dilan, aku masih merindukannya hingga kini. Dilan!

Sebenarnya masih banyak sastrawan yang menginspirasiku untuk terus menulis hingga karyaku benar-benar nyata. Nama-nama seperti Chairil Anwar, Goenawan Mohamad, Mustofa Bisri, W.S. Rendra, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri, Taufiq Ismail, Widji Thukul, Ali Akbar Navis, Hamka, Helvy Tiana Rosa, Ahmad Fuadi, Asma Nadia, Habiburrohman El-Shirazy, Marah Rusli, Raditya Dika, Emha Ainun Najib, Soe Hok Gie, Ahmad Tohari, Djenar Maesa Ayu, Arifin C. Noer, Putu Wijaya, Pipiet Senja, Ika Natassa, Ilana Tan, dan puluhan penyair lainnya juga memiliki karya yang bagus. Aku jatuh cinta pada karya mereka juga. Tapi sepuluh orang ini pernah membuatku luar biasa kecanduan pada tulisannya.

Kalau kamu? Siapa sastrawan yang menginspirasi tulisanmu?