Friday, 27 December 2013

Sumbi, Si Perempuan Miskin

Sumber Gambar: huffingtonpost.com

(Puisi ini terinspirasi dari kisah perempuan-perempuan miskin di salah satu desa di Kabupaten Bogor. Penulis pergi kesana untuk salah satu tugas mata kuliah. Ada tiga "pemain" dalam puisi ini)


Ini puisi tentang Sumbi
Dia bukan dayang
Bukan ibu Sangkuriang
Sumbi,
Perempuan Sunda yang ayu
Wajahnya yang lelah merengut
Kenapa Sumbi?


#)
Aku lelah menjadi miskin
Aku enggan berbaris sepanjang sejarah
Aku sesak ditumpuk dalam titik-titik
Aku benci dikubur dengan kebodohan
Aku berdosa pada rahimku
Kenalkah kau padanya?

*)
Negeri ini memang lucu Sumbi,
Mereka memungut sekaligus melemparku
Aku sedang menjadi atas nama
Mengharumkan nama mereka yang berjuang
Memekakkan media tentang penyelamatan
Mereka bertempur melawan kemiskinan
Dan mengambingkan aku
Hei aku ini juga miskin Sumbi,
Kita sedang dirajam

-)
Dasar otak babu!
Kalian ini protes saja
Kerja kalian apa?
Ah, Tuhan bagaimana negeriku akan damai
Rakyatku begitu suka berkomentar
Sahut-menyahut
Berlomba-lomba menjadi penemu kesalahanku
Kenapa mereka tidak mati saja?
Sekarang aku tahu kenapa negeri ini besar tetapi tidak BESAR
Mereka hanya suka bikin anak!

*)
Lihat Sumbi, Gubernur kita begitu butut!
Dia mengucurkan air tanpa melihat dimana cawannya
Kau salah tempat paduka raja!
Kau harusnya sedikit bergeser
Cangkir kami disini
Cangkir kemiskinan yang sudah bocor
Kami butuh air

#)
Dia sudah buta tuan
Atau dia sengaja membutakan diri?
Entahlah
Dia menumpahkan air di cawan yang telah cukup penuh
Bukankan itu sia-sia?
Gusti, kami yang butuh airmu di sebelah sini
Berikan hak kami

-)
Apa yang tidak salah di mata kalian?
Kalian pikir negara ini kotak kardus yang kau tinggali?
Sekecil itu?
Negara ini butuh udara untuk bernafas
Bukan butuh kicauan kalian yang bising
Berhentilah atau kalian akan mati

#)
Lagi-lagi tubuhku tak sampai
Aku terlalu kecil
Dia melihatku sebagai rumput
Injakan
Tapi air itu milikku
Aku mati dan aku akan tetap mengambilnya

*)
Sumbi, sudahlah
Perempuan memang harus miskin
Kalian begitu berkarat
Kalian tak punya relasi
Kalian tak pantas menerima air itu
Minum saja tetesan hujan yang Tuhan gratiskan
Bukankah lebih segar dan dingin?

#)
Aku haus, aku hipotermia
Tuhan mana airmu?
Tanahku, mana air hangatmu?
Aku hipotermia