Sunday, 22 December 2013

Mata yang Tersembunyi

Sumber Gambar: wikipedia.org

Selamat pagi langit Kota Bogor
Langit siang jam setengah enam pagi
Hujan
Indahnya kau yang datang tanpa petir
Seperti aku yang dulu datang tanpa cinta

Pulau impian yang hanya terbaca dalam novel
Asa bertemu Burno dan sepitnya
Aku akan melangkah disana
Datang tanpa cinta
Dan tak bermimpi akan cinta


Lalu waktu meruntuhkan hati
Mengacaknya tak berlogika
Musikmu merenggut rindu yang tersimpan
Tatapanmu menelisik sakit yang terpendam
Kau bawakan bulan tak berkaki
Dan aku mendadak buta

Tidak ada yang bisa menaklukan aku
Hanya bulan dan langit biru
Tapi kau anomali
Senyummu anomali
Nyaman
Dan aku mendadak buta

Sampai pada biola yang kita mainkan berdua
Nada-nada dan puisi
Tawa dan lembaran buku
Makan malam dan gerimis hangat
Aku masih buta

Sampai pada diam dan sepi
Langkah sendiri yang menyudutkan
Genangan rindu yang tak kumengerti
Air mata bercecer tanpa makna
Aku rindu
Dan aku masih buta

Sampai lagi pada aku yang sendiri
Aku yang lain
Aku yang tak lagi utuh
Aku yang memberi padamu dan kau acuhkan
Aku tak mengerti
Karena aku masih buta

Mungkin kau sang rahasia
Yang aku cari dan kutemukan dalam kotak yang terkunci
Kau masih saja rahasia

Maka biarlah aku yang lelah ini pergi
Karena aku juga mencintai sendiri
Aku bukan pemecah teka-teki
Aku juga mata yang tersembunyi
Biarlah aku pergi

Kini aku bukan buta
Aku hanya mata yang tersembunyi
Mata yang terpejam sejenak
Memahami dunia yang sepi
Mata yang terlelap sekejap
Menikmati cintamu yang kini sepi

Aku pergi dan aku tak akan memilih kembali
Aku mencintai sendiri
Aku mencintai mataku yang tersembunyi
Karena aku pernah buta

Note :
Untuk Baluel, sayang kita tidak berjodoh untuk menjadi ipar :)