Sunday, 8 December 2013

LCGC Diluncurkan, Transportasi Umum Dicukupkan

Peluncuran mobil LCGC masih banyak menyisakan kontroversi, tidak hanya di kalangan masyarakat, para pejabat juga masih banyak yang merisaukannya. Tapi apa daya, LCGC sudah berhasil menembus pasar.

Mobil ‘hijau’ yang murah ini konon laris manis di pasaran. Fasilitas baru ini disediakan untuk mereka yang punya sedikit uang tapi berkeinginan memiliki mobil untuk mempermudah transportasi. Kata ‘mempermudah’ ini lah yang dikontroversikan. Kemudahan bagi sebagian orang diklaim akan mempersulit sebagian lainnya. Kemacetan menjadi biang masalah utama yang didengungkan.

Sumber Gambar: udahpunya.blogspot.com

Sudah bukan rahasia lagi jika salah satu cara mengatasi kemacetan adalah dengan memperbaiki pelayanan dan kondisi transportasi umum. Sampai detik ini hal tersebut belum bisa terwujudkan dengan berbagai alasan. Anggaran berlimpah yang mengalir untuk LCGC tampaknya tidak terjadi pada mobil-mobil yang digunakan untuk transportasi umum. Kendaraan umum ibukota, kota besar sampai angkutan pedesaan masih melekat dengan banyak persepsi ketidaknyamanan.

Selain bentuknya yang sudah tidak lagi menarik karena cat yang mengelupas, fasilitas di transportasi umum juga cukup buruk. Tempat duduk yang kurang nyaman, panas, penuh sesak, hingga keamanan yang kurang. Biaya yang murah menjadi alasan transportasi ini sulit diperbaiki. Upaya perbaikan hanya dilakukan dengan sedikit membersihkan kendaraan dan menempel poster-poster pengingat kebersihan, dilarang merokok, dan sejenisnya.


Selangkah lebih maju PT KAI berhasil melakukan perubahan pada kereta ekonomi yang sudah jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Seharusnya langkah ini segera ditiru transportasi umum lainnya dalam bentuk peremajaan kendaraan. Jika LCGC bisa membentuk mobil yang murah dan nyaman, bukan tidak mungkin bus umum dan angkot bisa disulap menjadi senyaman mobil pribadi, tidak hanya dicukupkan dengan poster-poster dan sedikit dibersihkan saja.