Friday, 20 December 2013

Apa Itu Feminis?

Sebelum dijawab, kita harus mengenal Gender dan Sex. Keduanya berbeda. Sex merupakan jenis kelamin atau atribut biologis yang melekat pada laki-laki atau perempuan. Sementara itu,Gender adalah sebuah atribut emosional dan psikologis sebagai hasil dari konstruksi sosial dan budaya yang terintegrasi pada karakteristik fisik laki-laki dan perempuan. Konstruksi ini terwujud dalam identitas, peran, fungsi, pola perilaku, kegiatan dan persepsi tentang laki-laki dan perempuan. Misalnya saja, perempuan dikenal sebagai tukang masak di pagi hari dan laki-laki sebagai pembaca koran dan peminum kopi. Seperti yang tergambar di buku-buku SD jaman dulu.

Selanjutnya kita juga harus memahami konsep Patriarki. Sebuah budaya yang menempatkan laki-laki pada posisi lebih 'spesial' diatas perempuan. Indonesia sebagai salah satu Negara Timur dengan legowo mengamini Patriarki. Kesempatan perempuan untuk show-up masih lebih kecil dibandingkan laki-laki. Budaya inilah yang ingin diruntuhkan oleh paham Feminisme. Para penganutnya disebut Feminis. Bagi mereka Patriarki adalah sistem yang merusak. Paham Feminisme terbagi pula menjadi beberapa paham seperti : Feminisme Eksistensialisme, Feminisme Liberal, Feminisme Sosialis/ Marxis, Teologi Feminis, Feminisme Radikal, dan Ekofeminisme. 

Sumber Gambar: thefashionspot.com

Sebagian besar dari para Feminis tidak menikah untuk terus memperjuangkan nasib-nasib perempuan di sekitarnya. Mereka juga menentang Agama karena menjadi persembunyian kejahatan laki-laki pada perempuan. Harus selalu seperti inikah Feminis? Kurasa tidak. Siapapun boleh membentuk aliran baru dalam bidang apapun karena tidak pernah ada kebenaran mutlak di dunia ini, yang jelas visi para Feminis ini selalu sama : "Memperjuangkan semua aspek kehidupan perempuan."

Oya, Feminis bukan musuh laki-laki. Feminis adalah musuh laki-laki yang brengsek. Feminis adalah musuh Patriarki yang fanatik. Tidak semua laki-laki melakukan kejahatan pada perempuan. Bahkan banyak pula perempuan yang melakukan kejahatan pada laki-laki. Lalu kenapa tetap memilih menjadi Feminis? Karena Feminisme adalah suatu sudut pandang, suatu fokus, dengan mengambil satu fokus kita akan lebih detail melihat sesuatu. Seperti halnya banyak ilmuwan yang menjadi Atheis agar pikiran mereka tidak teracuni oleh Agama yang memuat larangan disana-sini. Tentuya Feminisme tidak selalu berkaitan erat dengan Atheisme.

Nowadays, kesetaraan gender sudah digalakkan di berbagai bidang. Perempuan sudah bebas merambah dunia, bahkan sampai ada yang kebablasan dan konon meninggalkan kodratnya sebagai perempuan. Jatah-jatah kursi untuk perempuan telah disiapkan dengan apik. Sekarang tidak ada bedanya lagi antara laki-laki dan perempuan. Dunia memandang sama keduanya. Benarkah? Lalu apalagi yang bisa diperjuangkan Feminis? Sekarang coba kita pahami lagi kasus-kasus ini : https://www.facebook.com/notes/fera-nur-aini/apalagi-yang-bisa-diperjuangkan-feminis/10152026801291597