Saturday, 16 November 2013

Wanita adalah Bayang-bayang

Sumber Gambar: setkab.go.id

"A great woman is always behind every great man."
Peribahasa apik yang mendunia, entah siapa pencetusnya. Istri-istri manusia berkelamin laki-laki yang hebat seperti para pemimpin dunia dan tokoh-tokoh sukses lainnya diminta mengamini peribahasa ini dengan tulus. Laki-laki hebat indonesia seperti Gita Wirjawan, Jokowi, dan Anies Baswedan konon istrinya lebih hebat lagi. Mereka bisa menjadi pendengar yang setia, partner yang menguatkan dan memberi masukan, serta "pelayan" yang baik dalam rumah tangganya. Keberadaan mereka benar-benar membuat nyaman dan menguatkan Sang Suami.

Kata 'belakang' pada peribahasa tersebut jika dimaknai secara harfiah menunjukkan hubungan posisi dua benda yang 'tidak sama' atau 'tidak sejajar'. Posisi 'belakang' cenderung lebih tersembunyi letaknya dibandingkan posisi 'depan'. Jika menggunakan sudut pandang orang di luar sistem, yang akan tampak adalah Si Depan, kalaupun Si Belakang tampak, mungkin hanya samar-samar.

Ketika posisi depan-belakang ini digambarkan sebagai posisi dua manusia, maka posisi 'belakang' punya beban yang lebih berat, apalagi dalam kalimat yang konon bijak diatas. Banyak yang mengartikan posisi 'belakang' ini sebagai pemegang peran mendorong, mendampingi, menemani, mendukung, menjaga agar tidak terjatuh dan banyak tugas-tugas lain. Jika demikian, bisa diartikan bahwa Si Belakang selalu berbuat banyak untuk Si Depan dan tidak sebaliknya, mungkin ini yang dimaksud dengan kiprahnya sebagai seseorang 'dibalik' sebuah kehebatan. Bukankah arti implisit dari pendamping, pendukung, pendorong, dan sejenisnya itu adalah menandakan dia bukan menjadi seorang "inti"?

Nah, sekarang apa balasan untuk posisi 'belakang' ? (masih dalam pemaknaan yang sama seperti diatas) yang sudah banyak berbuat demi 'kenyamanan' Si Depan? Sepertinya mereka tetap tidak dilihat, bahkan terkesan disembunyikan. Mereka hanya menjadi 'penyokong' , tapi belum tentu 'disokong'.

Beruntung jika ada hukum reversible, ada pergantian posisi yang disesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi. Suatu ketika si Depan bisa pindah ke belakang dan sebaliknya, atau kadang bersisian. Tapi jika tidak ada? How poor she is! Ya, she selalu diletakkan di belakang.
Mayoritas perempuan diletakkan di belakang dan tidak dilihat. Hanya menjadi bayang-bayang Si Hebat. Lumayan jika Si Depan ini hebat, jika tidak?

Pernyataan paling husnudzon  yang terlontar dari sudut pandang agama Islam adalah perempuan diletakkan dibelakang untuk menjaga pandangan laki-laki, kalau di depan laki-laki bisa bernafsu melihat lenggak-lenggoknya.