Wednesday, 13 November 2013

Tema Skripsi SKPM: Gender, Ketahanan Pangan, Hutan Rakyat



Saya adalah mahasiswi Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB yang sedang menyusun Studi Pustaka dan Proposal Penelitian untuk Skripsi saya. Kebetulan saya memulai lebih cepat dibandingkan teman-teman lain karena saya mengikuti program akselerasi.

Topik besar yang saya ambil untuk penelitian kurang lebih sama seperti judul tulisan ini. Saya mulai tertarik dengan gender sejak presentasi saya berhasil dengan baik untuk tugas akhir mata kuliah Gender and Development, waktu itu saya mengangkat tema politik. Sedangkan konsep ketahanan pangan saya dapatkan saat kuliah Pendidikan Orang Dewasa (POD). Dosen mata kuliah tersebut, Ibu Siti Sugiah Mugniesyah menyebutkan konsep ini secara tidak sengaja saat memberikan kuliah. Hanya intermezo, tapi sangat mencerahkan bagi saya. Ide-ide langsung bermunculan untuk menggabungkan dua konsep besar ini. Walaupun sudah ada literaturnya, topik ini masih cukup menarik untuk dikaji.

Agar berbeda dengan penelitian sebelumnya, saya harus memberikan inovasi pada tema gender dan ketahanan pangan yang saya ambil. Akhirnya saya berpikir untuk menggabungkannya dengan konsep kehutanan. Saya mencoba searching mengenai penggabungan ketiga konsep ini, dan hasilnya belum ada. Penelitian yang sudah pernah dilakukan adalah mengenai gender dan ketahanan pangan atau gender dan kehutanan saja. Maka dari itu saya ingin melihat hubungan ketiganya sebagai nilai tambah untuk penelitian ini. 



Sumber Gambar: mongabay.com

Pembimbing saya adalah kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB, Ibu Dr. Ir. Titik Sumarti, MS. Rencananya penelitian saya mengambil lokasi di hutan rakyat (hutan hak ~ bukan milik negara), saya mendapat inspirasi dari salah satu mata kuliah Supporting Course (SC) yaitu Pengelolaan Hutan Rakyat (PHR) dari Departemen Manajemen Hutan (MNH) IPB. Mata kuliah inilah memperkenalkan saya kepada Prof. Dr. Hardjanto (MNH) yang kebetulan menjadi koordinator mata kuliah tersebut. Tanpa diduga, ternyata Ibu Titik dan Bapak Hardjanto bersahabat sejak dulu. Posisi saya menjadi semakin mudah untuk berkonsultasi dengan beliau-beliau.

Walaupun bapak bukan (belum menjadi) pembimbing saya, beliau sangat baik dan welcome. Beliau membekali saya dengan jurnal-jurnal internasional dan sumber pustaka lainnya. Konsep saya juga ditanggapi dengan sangat baik saat kami bertemu langsung untuk berkonsultasi. Bahkan, seminggu yang lalu saya diajak ikut field trip mahasiswa S2 beliau ke hutan rakyat. Mahasiswa tersebut kebetulan sedang menyusun tesis. Saat kami menunggu mobil jemputan datang untuk berangkat field trip, Bapak mengajak saya berdiskusi tentang metodologi penelitian, bersambung ke permasalahan gender, sampai aliran-aliran yang ada di agama Islam. Pemikiran beliau benar-benar simple, tapi sangat berbobot. Saya diberi nasehat dari mulai petuah mengenai skripsi sampai rumah tangga. Ah, berharga sekali.

Ketika saya mengirim SMS beliau selalu membalasnya dengan cepat dan meresponnya dengan baik. Guru besar yang bersahaja. Ibu Titik juga sangat baik dan sabar. Pekerjaan saya yang berjalan selambat kura-kura tetap ditanggapi engan baik. Namun karena kesibukan beliau, email dan SMS saya jarang atau lama dibalasnya. Janji untuk bertemu-pun sulit dilakukan karena beliau sering ke luar kota. Walaupun sebenarnya saya juga jarang menghubungi beliau karena saya takut ditanya mengenai kemajuan apa yang saya dapatkan.

Minggu ini saya PASTI akan menyelesaikan SP saya. Minggu depannya proposal saya akan selesai. Sebelum KKP saya akan kolokium. Saya berharap penelitian ini bisa bermanfaat dan menyumbangkan nilai tambah untuk penelitian-penelitian sebelumnya. Aamiin :)