Thursday, 21 November 2013

Sumberdaya Galau

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata galau memiliki arti kacau tidak keruan (pikiran). Artinya kata ini bukanlah sebuah kosa kata baru, hanya baru populer beberapa tahun terakhir. Mayoritas penggunanya adalah generasi muda. Galau bagaikan primadona baru bagi sebagian orang. Perasaan yang semula tak bernama kini telah bermuara pada kata GALAU. Kini perasaan aneh yang tidak diwakili oleh sedih, kecewa, marah, dan sejenisnya telah memiliki nama. Walaupun pemakaian maknanya terkadang tidak tepat. 

Entah bagaimana awalnya kata ini bisa menjadi sangat populer. Ada beberapa sumber yang menyebutkan kata galau dipopulerkan oleh salah satu akun twitter yang memiliki banyak follower. Namun belum ada yang bisa membuktikannya. Yang jelas kata galau sudah terdapat dalam lirik lagu Vidi Aldiano yang berjudul Cemburu Menguras Hati yang diliris sekitar tahun 2009.

"Cemburu menguras hati
Galau kini menyiksa diri"
Sumbrt Gambar: rxadvice.com


Galau yang sebenarnya memiliki pemaknaan negatif, makin lama makin meluas maknanya. Banyak kejadian atau aktivitas yang dicap sebagai bentuk ungkapan kegalauan. Misalnya saja ketika ada seseorang yang memasang status berupa tanda titik (.), maka teman-temannya di media sosial akan menyebut orang tersebut sedang galau. Sama halnya ketika seseorang membuat puisi atau hal-hal kecil lainnya yang sebenarnya biasa saja, mereka tetap dibilang galau. Rupanya kata galau menjadi asyik untuk digunakan dalam berbagai suasana.

Dunia hiburan kemudian melihat galau sebagai sumberdaya yang mampu menaklukan pasar. Lihat saja, jumlah lagu-lagu baru yang dirilis lebih banyak menggunakan tema galau dibandingkan kebahagiaan. Penyanyi-penyanyi yang tenar juga kebanyakan memiliki lagu andalan bertema galau. Film dan sinetron yang ditayangkan pun ramai mengangkat tema-tema galau.

Tidak hanya di dunia hiburan, hampir semua bidang kehidupan memanfaatkan kata galau untuk produk mereka. Dari mulai jenis paket internet, nama toko online, baju, keripik, sampai motif batik yang sakral dan masih banyak produk-produk lainnya. Galau seolah menjadi sumberdaya yang apik dan menggiurkan. Orang-orang suka dan cukup bangga menyandang kata galau di kehidupannya.

Tidak masalah sebenarnya selama sumberdaya galau ini bisa diolah menjadi karya-karya yang bermanfaat asalkan kita tidak menutup diri pada kebahagiaan. Kecintaan pada kondisi galau, seringkali memunculkan gagasan-gagasan kehidupan yang luar biasa, seperti 'Words About You'.