Wednesday, 13 November 2013

Pemimpin untuk Indonesia


Sumber Gambar: sbs.com.au

Kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia berimplikasi pada dibutuhkannya pemimpin yang “Multi”, multi-talent dan serba bisa. Berdasarkan 3 artikel (sumber : tugas mata kuliah KOK, Departemen SKPM IPB) : Kepemimpinan Responsif, Pesona Pemimpin; Pemimpin, Pernyataan, dan Pelayanan; serta materi kuliah Persyaratan Dan Kepemimpinan Yang Efektif, kita dapat menyimpulkan beberapa hal yang harus dimiliki oleh pemimpin Indonesia.
Pemimpin responsif yang dikonstruksi oleh komitmen politik, konsep ideologis, dan jejaring kerja demokratis. Komitmen politik ditunjukkan dengan merealisasikan cita-cita konstitusi. Hal ini sesuai dengan salah satu persyaratan kepemimpinan yaitu ketrampilan mendidik dimana salah satu cita-cita konstitusi adalah mencerdasakan kehidupan bangsa. Sesuai juga dengan konsep kepemimpinan efektif  yaitu pemuasan kebutuhan bersama, kebutuhan angota kelompok dan kebutuhan pribadi pemimpin atau kebutuhan organisasi yang diwujudkan dengan melindungi dan menyejaterakan bangsa.
Konsep ideologis diaplikasikan dengan cara-cara menghadapi masalah. Persyaratan kepemimpinan juga menyebutkan hal yang serupa sebagai berikut : (1) Pendidikan dan kecerdasan, menurut Bogardus : kepemimpinan adalah kecerdasan yang dipakai untuk pemecahan masalah. (2) Keingintahuan dan kemampuan analisis (3) Rasionalitas dan objektivitas (4) Naluri untuk prioritas dan urgensi.
            Jejaring kerja demokratis diwujudkan dengan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Hal ini sesuai dengan gaya kepemimpinan partisipatif dimana pengambilan keputusan dilakukan dengan komunikasi dua arah, pemimpin dan pengikut atau anggota terlibat dalam pengambilan keputusan.
Berikutnya adalah pemimpin yang otentik yang mempunyai praksis moral, kultur, dan keberanian. Hal ini sesuai dengan persyratan kepemimpinan yaitu (1) keterampilan berkomunikasi lisan, tulisan, pidato dan presentasi yang mamu merefleksikan moral pemimpin (2) sederhana, merupakan fungsi keteladanan dan pemimpin merupakan ’barometer’ bagi pengikut yang biasanya terbentuk dari kutur pemimpin tersebut (3) keteguhan pendirian dan keberanian, terutama dalam proses pengambilan keputusan dan melawan hal-hal yang tidak baik atau disebut “buto” dalam bacaan.
Pada bacaan pesona pemimpin juga disebutkan pemaduan transformasional dan kepemimpinan organik dalam praktek kepemimpinan yang melayani yang menjadi inti bacaan Pemimpin, Pernyataan, dan Pelayanan. Fakta yang ada pemimpin terlalu banyak mengeluarkan pernyataan dengan konsep monolog atau hanya ingin didengar. Sementara ruang untuk pertanyaan ataudan pelayanan tidak lagi tersisa. Pemimpin seharusnya bisa menjadi tuntunan bukan tontonan tentu saja dengan melakukan pelayanan.