Wednesday, 13 November 2013

Mata Minus yang Beruntung



Satu koma tujuh lima terhitung masih kecil untuk ukuran mata minus. Tapi asal kalian tahu, dengan ukuran ini kalian sudah tidak mampu melihat detail dalam jarak lebih dari dua meter. Semuanya terlihat kabur dan sedikit bergoyang. Terkadang sampai ingin muntah melihat sekeliling yang seolah terbuai aliran musik dangdut. Bergoyang. Kalau latar tempatnya kelas kuliah, minus 1, 75 bisa tidur dengan tenang tanpa kacamata. Walaupun duduk paling depan, tampilan slide masih seperti hasil print-an dengan tinta sangat tipis.

Sayangnya, kacamata kadang membuat kita seperti nenek-nenek. Tidak cocok. Walaupun untuk beberapa orang bisa mempermanis. Kalau sudah menambah tingkat kejelekan, lensa mata menjadi pilihan menarik. Namun, bagi kalian yang takut menyentuh daerah-daerah sensitif (Red. Mata), ini bukan pilihan. Lepas-pakai kacamata menjadi penengah yang cukup baik. Kacamata terkadang memang membuat hidung pegal-pegal. Pekerjaan baru untuk menyangga kacamata memang sedikit merepotkan untuk si hidung. Harus dibiasakan. Dipaksa.


Sumber Gambar: pinterest.com

Jarak pandang hanya dua meter terkadang mengasyikkan juga. Kita tidak perlu khawatir bertemu dengan orang yang tidak kita sukai. Toh, dia tidak terlihat di mata kita kalau masih jauh. Jarak pandang ini juga bisa menguji kedekatan kita dengan seseorang. Kita tetap bisa mengenal dengan baik seseorang hanya lewat postur tubuh. Tanpa tahu detail wajahnya. Muka rata. Walaupun postur tubuh mereka juga kabur. Kalau tebakan pikiran tepat artinya kita sudah cukup dekat dengan orang tersebut. Kalau salah mungkin kedekatannya agak kurang.

Namun, berbeda masalahnya ketika kita bertemu seseorang yang kita kenal, dari kejauhan dia sudah dengan heboh menyapa. Tapi kita cuek saja, bahkan tidak menengok. Akibatnya dia dongkol. Ini sangat menyebalkan untuk beberapa orang. Minus 1, 75 tanpa kacamata sedikit banyak cukup menyiksa. Apalagi kalau harus berjalan di koridor-koridor IPB yang keramiknya kecil-kecil. Tiap langkah kita harus mengontrol diri agar tidak tiba-tiba terjatuh. Keramik-keramik itu dengan gesit membentuk gelombang-gelombang yang mempermainkan mata kita. Terkadang maju melawan arah langkah kita dengan kecepatan melebihi langkah kita sepersekian detik. Untuk itu, ketika lupa memakai kacamata, sebaiknya selalu melihat ke depan agar tidak pusing.

Minus, memang membuat penglihatan kita tidak seperti orang lain. Membuat warna yang kita lihat tidak sesuai dengan warna sebenarnya. Menjadikan ukuran yang kita lihat tidak sama dengan aslinya. Tapi satu hal yang penting, kita jadi bisa melihat dunia dengan dua versi. Versi nyata dibantu kacamata dan versi kabur tanpa kacamata. Satu lagi, menjadi teman baik untuk jus wortel.

Sabtu, 08 Desember 2012