Monday, 11 November 2013

Makna Ulang Tahun


Kalian pernah diberi sesuatu oleh orang yang spesial? Pasti sangat menyenangkan bukan? Walaupun senangnya terdistribusi (bahasa aneh) dalam beberapa kategori. Ada yang mendapat kata depan : “sangat senang”, “senang”, “cukup senang”, dan “tidak senang”.

Ketika pemberian itu adalah sesuatu yang sedang dibutuhkan dan kalian belum bisa atau jarang mendapatkannya, ini pasti akan sangat menyenangkan. Tapi kalau hal itu sangat biasa, “murahan”, tidak penting, dan sejenisnya, paling cuma kata “oh” yang keluar dan begitu saja akan menghilang dari memori. Tanpa kita mencari tahu proses di balik pemberian tersebut. Terkadang banyak makna yang tidak pernah kita perkirakan dari sebuah pemberian, terlepas dari harga dan tingkat kepentingannya.

Seperti juga di perayaan ulang tahun, aku pernah punya pacar dan tidak merayakan ulang tahunnya. Aku lupa jam berapa aku mengucapkan selamat, tapi sepertinya bukan yang pertama. Aku tidak menyiapkan kado dan sejenisnya. Aku hanya membantunya mengerjakan sesuatu di tengah kesibukanku. Aku pikir ini sudah cukup spesial. Tapi sepertinya dia kecewa. Hari ulang tahun spesial untuknya. Bagaimana denganmu? Spesialkah hari ulang tahun itu?

Bagiku tidak, hanya lebih dari biasanya. Kalau diibaratkan sebuah hubungan ini hanya TTM, belum pacaran. Aku jarang memberi kado, kecuali untuk orang yang harus kubalas budinya. Aku justru lebih suka memberi hadiah bukan di hari ulang tahun seseorang, terlepas apapun bentuk hadiahnya. Ucapan semangat, nama panggilan spesial, sapaan, dsb. bagiku itu hadiah. Tapi kembali ke kisah pacarku tadi, tidak semua orang berpikiran sama denganku. Terkadang sikap seseorang menjadi berbeda ketika kita memberi hadiah atau tidak di hari ulang tahunnya. Seolah-olah hadiah di hari ulang tahun adalah penggambaran sepenuhnya rasa sayang seseorang. 


Sumber Gambar: thejakartapost.com

Aku paham kalau hari lahir itu spesial, tapi bagiku pemberian harus bermanfaat. Tidak harus dalam bentuk benda. Tidak harus mahal. Tidak harus pada waktu-waktu spesial. Aku akan lebih setuju ketika kalian berulang tahun dan datang kepadaku “fera, aku sedang butuh X, kamu mau memberikannya untukku?” kalau aku bisa memenuhinya pasti akan segera aku suguhkan padamu kawan.

Jadi, kalau hari ini kau berulang tahun atau merayakan hari spesial apapun itu, jangan menunggu hadiah. Berdoalah yang banyak untuk orang-orang yang telah memberimu banyak hal selama hidup, apapun itu. Sebutkan namanya satu-satu sampai bibirmu tak kuasa lagi berucap. Hadiahkan pada mereka doa-doa yang baik. Mungkin saja mereka orang yang setipe denganku, tidak begitu mementingkan hadiah. Jangan ukur kasih sayang dan perhatian dari pemberian, apalagi dari tingkat harga dan kepentingannya.

Lihat sikapnya sehari-hari padamu. Jangan-jangan dia orang yang banyak berkorban untukmu tanpa kamu ketahui. Orang yang mungkin menutupkan selimut yang terlepas ketika kau tidur. Orang yang menutup lemari saat kau buru-buru berangkat kuliah dan lupa menguncinya. Orang yang membuatkanmu teh panas ketika suntuk. Orang yang terkadang membuatkan masakan istimewa untukmu. Orang yang paling cemas ketika kau sakit. Orang yang selalu berkata “ya” untuk setiap keinginanmu. Orang yang selalu berkata “siap”, kapanpun kau membutuhkannya. Orang yang menempatkanmu pada ruang bertajuk spesial dihatinya. Tidak mudah untuk memposisikan diri seperti itu. Beri dia harga, sebuah senyuman manis.