Wednesday, 13 November 2013

CSS MoRA Menulis, Pecahkan Rekor MURI

Community of Santri Scholar of Ministry Religious Affair (CSS MoRA) adalah organisasi penerima beasiswa KEMENAG RI. Beasiswa yang menyasar santri-santri di seluruh Indonesia dan sudah diberikan sejak 2005 ini masih berlangsung hingga sekarang. Setiap dua tahun sekali KEMENAG dan CSS MoRA mengadakan musyawarah nasional yang bertujuan untuk kembali menyatukan visi beasiswa ini. Namun Musyawarah Nasional kali ini sedikit berbeda. Konsep acaranya bergeser dari pengabdian aplikatif menjadi pengabdian dalam bentuk tulisan. Tajuk “Festival Santri Nusantara” yang dipasangkan dengan tema “Gerakan Santri Indonesia Menulis” berhasil memecahkan rekor MURI. 


Rangkaian acara berlangsung sejak 30 November 2012 hingga 2 Desember 2012 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Kontingen CSS MoRA IPB melakukan perjalanan Bogor-Jombang dengan waktu tempuh kurang lebih 25 jam. Pemberangkatan dimulai di ATM Center Kampus IPB Dramaga setelah isya dengan menggunakan bus. Sesampainya di Jombang acara yang sedang berlangsung adalah Pentas Seni Pembukaan. Kami melewatkan rangkaian acara pembukaan yang menghadirkan tokoh ternama, Bapak Anies Baswedan. Acara sudah dibuka di siang harinya saat kami masih dalam perjalanan. Malam itu juga, CSS MoRA IPB langsung menampilkan kreasi seni musik yang diwakili oleh mahasiswa baru angkatan 49.


Peserta Festival Santri Nusantara menempati ruang-ruang kelas sebagai tempat menginap. Pondok Pesantren Bahrul Ulum tergolong sangat luas untuk menampung ribuan mahasantri CSS MoRA dari berbagai PTN ternama di Indonesia. Hari kedua (1 Desember 2012) seluruh mahasantri dikumpulkan di GOR Pesantren untuk mengikuti Stadium General II ”Pesantren dan Tantangan Globalisasi” yang membahas mengenai Fenomena SocMed dan Kesadaran Bermedia, Membangun Semangat Enterpreneurship serta Pesantren dan Lingkungan Hijau. Acara ini diisi oleh pemateri profesional Bapak Akhmad Fikri A.F, KH. Muhammad Zakki, dan Dr. Abdul Jalil, M.E.I.


Sumber Gambar: kemenag.go.id

Stadium General kemudian disambung dengan Focus Group Discussion dengan tema Menulis Islam Pesantren dan Keindonesiaan untuk semester 1 dan semester 3. Sementara semester 5 dan seterusnya terbagi dalam kelompok-kelompok Halaqoh yang temanya disesuaikan dengan jurusan masing-masing. Setiap kelompok Halaqoh terdiri dari perwakilan semua universitas. Format acara rancangan CSS MoRA bekerjasama dengan Kemenag dan Mata pena berwujud diskusi sehingga memberikan rangsangan aktif kepada mahasantri untuk mengeksplorasi pemikirannya. Hasil dari Halaqoh digunakan sebagai bahan penulisan esai di hari berikutnya. Setelah sehari penuh berkutat dengan diskusi, malam harinya semua peserta disuguhi Debat Publik Kandidat Ketua CSS MoRA Nasional. 

Hari terakhir acara intinya adalah demonstrasi menulis yang kemudian langsung disambung dengan penganugerahan rekor dari MURI. Sekian ribu mahasantri berkumpul dan menuliskan success story serta keilmuan mereka di GOR Pesantren secara serentak. Usai pemecahan rekor tim KPU CSS MoRA mengkoordinir peserta untuk memberikan hak suaranya pada pemilihan ketua CSS MoRA Nasional periode 2012-2014. Proses pemilihan berlangsung lancar. Acara ditutup dengan pentas seni. Sorenya semua peserta kembali ke kampus masng-masing. Walaupun sempat mengalami beberapa kendala, kontingen IPB akhirnya bisa tiba di Bogor kloter paling kahir Selasa 4 Desember pukul 3.00.

Musyawarah Nasional kali ini memang terkesan tidak begitu aplikatif. Namun produk akhirnya yang berupa tulisan diharapkan akan membawa manfaat besar. Tulisan-tulisan terbaik akan dibukukan dan bisa dinikmati masyarakat negeri ini. Selain itu, perjalanan panjang yang memakan waktu kurang lebih 25 jam terbukti dapat mempererat kekeluargaan CSS MoRA IPB. 

(Sekretaris CSS MoRA IPB)