Wednesday, 13 November 2013

Arti Menulis Untukku



Aku suka membaca, suka sekali.Saat kecil aku tak punya banyak bahan bacaan. Hanya majalah bekas dari sepupu dan buku-buku cerita SD kiriman dari saudara lainnya. Jarang sekali harumnya kertas buku baru tercium oleh hidung jambuku.

Bahkan aku hafal detail cerita dari setiap buku cerita yang kubaca sampai sekarang, karena saking banyaknya aku mengulang. Tentu saja karena aku tak punya bahan lain.

'ke bromo' adalah salah satu buku cerita yang juga dibaca dua teman kost-ku. Atau jangan-jangan kalian juga membacanya. Kebetulan yang sangat istimewa. Petualangan menegangkan di buku itu mengukir satu mimpi baru untuk melihat kawah bromo dengan mataku. Sama dengan mimpiku tentang 'menulis'. Sama-sama belum terwujud. 


Sumber Gambar: /thesweetsetup.com

Hari ini aku sudah bisa membaca dan membeli banyak buku, menulis dan dibaca seseorang atau bahkan lebih. Bukan tulisan setaraf Dewi Dee, Ayu Utami, Tere Liye, Gola Gong, apalagi Pramoedya Ananta Toer. Tulisan sangat biasa, sangat tidak sastra, hanya ungkapan semata. Sembarangan. Tidak berima. Tak bermajas.

Tidak lebih istimewa dari pikiran dan hatiku yang selalu bercerita saat aku dalam perjalanan. Tidak lebih penting dari note-note singkat di handphoneku saat aku melihat sesuatu yang layak untuk diingat.

Aku hanya memberi sedikit "teman" pada diriku : 'kalau mau nulis ya nulis aja, bagus atau jelek, dibaca atau tidak, apapun lah. Write and write only'. Bukankah yang beruntung di dunia ini adalah keyakinan? So aku akan terus yakin potongan-potongan tulisan di laptopku suatu saat akan selesai. Menjadi kisah, menjadi inspirasi, menjadi pengetahuan, menjadi makna untuk orang lain. Yeah, let's do it! Join in my energy bus!



Senin, 11 Februari 2013