Wednesday, 13 November 2013

Angkot ke Kampus IPB

Tangan kananku maju kedepan,membentuk siku-siku dengan badan. Tidak lama sebuah angkot biru tua berhenti. Kendaraan khas kota ini yang beberapa menit lalu aku lihat sudah muncul bagian depannya di pertigaan jalan dekat kontrakan. Di lain kesempatan, aku sedang berjalan anggun menikmati senja dengan mengintip pemandangan tanpa batas di sela-sela kost-kostan tertinggi se-balebak dengan rumahku. Abang angkot tampak mengerem kendaraannya dan berhenti di tempat biasa. Ya, semua sopir angkot 'kampus dalam' pasti hafa dengan belokan ini, kami menyebutnya cukup dengan nama sebuah wisma di sebelah belokan,Fajar. 


Sumber Gambar: rlarasati.wordpress.com



Sedikit malas memang kalau berangkat harus berjalan kaki. Untuk urusan pulang aku lebih memilih jalan kaki, tapi tidak untuk berangkat. Angkot memang khas termasuk tata tertib di dalamnya. Pertama, untuk masuk ke dalam sebuah angkot kalian harus menundukkan kepala. Bukan untuk menghormati orang yang ada didalamnya, tapi untuk menjaga diri. Bagaimana tidak, kalau kalian tidak menunduk siap-siap saja bagian atas pintu angkot 'melabrak' kepala kalian, hehehe.

Kedua, ini hanya untuk mahasiswa sebenarnya. Yang masuk punya hak untuk memilih duduk dimana. Mahasiwa biasanya memilih duduk yang paling dekat dengan pintu agar lebih dekat saat keluar. Bisa langsung keluar, langsung bayar, dan berlari ke kampus. Ini sih sebenarnya lebih khusus lagi untuk mahasiswa yang datangnya lebih suka mepet-mepet jam masuk. Masuk jam 8, berangkat dari rumah jam 8 kurang lima belas menit. Walhasil harus seperti itu.

Ini yang ketiga, Orang berikutnya yang masuk setelah kita atau yang terakhir harus mau duduk di tempat yang tersisa walaupun itu ada di bagian paling belakang angkot. Bayangkan kalian harus melewati banyak orang dia ngkot yang sempit sebelum duduk, tapi begitulah adanya. Terkadang ada orang yang suka menggeser-geser penumpang yang lebih dulu masuk. Ini sangat menyebalkan, membuat kita telat beberapa menit saat keluar angkot nanti karena mendapat giliran ke sekian pas keluar.

Ke-empat, tas sebaiknya dipangku atau duduk kalian tidak nyaman karena lebar jok-nya cukup sempit. selain itu kaki kalian akan lebih maju ke depan dan mengganggu lalu lintas di dalam angkot. Tentunya, ini menyebalkan.

Ke-lima, sebelah kanan 6 kiri 5. Kalau tidak patuh, kalian bisa dimarahi pak sopirnya. Bangku depan juga biasanya diisi 2 orang yang sering kali masih kerabat atau teman si sopir angkot.

Sepertinya itu, dan satu hal yang harus diingat : jaga diri dan barang kalian di angkot yaaaa :D



Minggu, 03 Maret 2013