Wednesday, 13 November 2013

Anak Desa Jangan Jadi Kuli di Kota : Bangunkan Lahan Tidur

Sumber Gambar: greentradecambodia.com

Usai melakukan wawancara dengan berjalan kaki menyusuri desa, kami beristirahat dan berdiskusi mengenai hasil wawancara. Setelah Dhuhur baru kami berangkat ke kantor desa untuk melakukan diskusi kelompok. Namun karena tidak ada satupun warga yang hadir akhirnya kami melakukan diskusi kelompok dengan Kaur desa. (Bagaimana cara mengundang masyarakat desa untuk berkumpul?) 

Tahun 80-an Desa Barengkok masih dipenuhi sawah dan hutan. Sulitnya air dan akses informasi mengenai perkembangan pertanian membuat banyak petani beralih profesi menjadi pedagang. Kegiatan pertanian pun hanya dilakukan oleh petani penggarap bukan petani pemilik. Bahkan ada banyak “lahan tidur” karena diabaikan pemiliknya. Masyarakat lebih senang bekerja di kota walaupun hanya menjadi pengamen.

Petanian di Bogor Barat termasuk dalam kategori pertanian yang tidak berkembang karena berbagai macam sebab. Beberapa diantaranya adalah: penyuluhan pertanian kurang, lahan semakin sempit, faktor “malu” bekerja di bidang pertanian yang dialami generasi muda, tidak adanya kemauan bertani, dan banyak masalah lainnya. Peran IPB sebagai universitas dengan kualitas jurusan pertanian terbaik se-Indonesia tentu saja dipertanyakan oleh masyarakat Bogor, terutama Bogor Barat. Menurut mereka pengabdian IPB untuk pertanian di sekitarnya sangat minim.

Petani cukup lemah di bagian pemasaran sehingga usaha mereka tidak berkelanjutan. Kurangnya kesadaran, pengetahuan dan keterampilan, serta pengawasan dan bimbingan membuat pertanian semakin mundur. Ibu Ubeti, ketua LPM memberi kami nasehat bahwa ilmu yang sedikit akan sangat bermanfaat jika dibawa ke orang yang butuh ilmu, tapi akan menjadi biasa saja jika dibawa ke orang yang memiliki banyak ilmu. Untuk itu ibu Ubeti menyarankan kami untuk kembali ke desa dan membangunnya, jangan bangga justru ketika bisa memajukan perusahaan besar milik asing yang secara nyata menginjak hak-hak bangsa kita. Beliau sudah memulainya dengan membangun taman baca anak dan pasar kaget di kantor desa untuk mendekatkan pasar pada masyarakat.

Pertanian Desa Barengkok perlahan mengalami pengikisan dan saat mereka sadar sekarang, pengikisan sudah sampai pada titik kritis. Untuk itu pemerintah Desa Barengkok akan berjuang untuk membangunnya kembali.


Senin, 10 Juni 2013 (9:44 PM)