Saturday, 26 January 2019

Bayi 10 Bulan Belum Bisa Merangkak dan Duduk Sendiri

Hari ini satu tahun lalu, Bening lahir. Waktu itu kami masih memanggilnya Thuthung, nama janin buat lucu-lucuan. Prosesnya tidak dramatik dan membanggakan.



Bening tumbuh dan berkembang sesuai milestone-nya sampai usia 6 bulan. Dia gendut dan menyusu dengan sangat baik. Bisa mengangkat kepala dengan tegak, tengkurap, telentang, onggong-onggong, bahkan merangkak mundur hampir duduk. MPASI awal pun lancar, nggak GTM, excited, disiplin duduk manis di kursi, makan makanan bergizi dan tentu imunisasinya lengkap.

Sampai tiba saatnya cuti saya habis. Bapak mulai sibuk mencari nanny dan survei daycare. Tapi apa daya hati Ibuk masih tetap patah membayangkan Bening diusap tangan 'orang lain'. Akhirnya kami memutuskan aku dan Bening akan tinggal di Cilacap sampai kami lulus, Bapak tetap di Semarang. LDM.

Hampir sebulanan, waktu yang dibutuhkan Bening untuk adaptasi. Aku tanpa sadar mulai lepas tangan dalam pengasuhan, toh Bening sudah dekat dengan Mbahnya. Bening datang saat menyusu atau sedang ingin dimanja saja.

Aku yang selama 6 bulan sebelumnya selalu all-out dalam pengasuhan, sampai bikin jadwal harian kapan main, apa yang harus diajarkan ke Bening, apa yang harus di-check, dsb. mulai absen dan fokus ke Tesis. Meskipun nggak tiap waktu, tapi pikiranku benar-benar dipenuhi urusan Tesis yang harus segera selesai. Aku tipikal orang yang nggak bisa membagi pikiran. Fokus ke satu hal. Mirip cowok, kalau manut ke stigma awam.

Semua hal terkait pengasuhan seolah aku pindah tangankan. Dan ternyata ini pemikiran yang salah. Bagaimanapun aku dan Mas Faqih adalah PIC dalam pengasuhan Bening. Pihak lain tinggal manut kita aja. Alhasil aku tersadar jauh setelah Bening melewati milestone-milestone selanjutnya. 

Usia 10 bulan Bening belum juga merangkak dan lebih memilih scooting seperti tentara  dengan perutnya. Juga belum duduk sendiri dari tengkurap ataupun telentang. Apalagi berdiri sendiri dan alih-alih berjalan. Aku bahkan menyerah pada takdir "Bening memang tidak merangkak dan akan langsung berjalan." Karena memang ada tipe bayi yang seperti ini.

Aku mulai risau, bertanya sana-sini, membaca ini-itu dan menyimpulkan sendiri bahwa Bening mengalami developmental delay, bahkan aku sempat suudzon Bening tergolong low tone. 

Sampai suatu hari aku memutuskan bertanya-tanya ke 4 dokter spesialis anak via aplikasi Alodokter. Sengaja banyak untuk mencari 2nd, 3rd, dan 4th opinion tentang perkembangan Bening. Benar saja, jawabannya beragam, saran penanganannya pun tak sama. Waktu itu aku memilih untuk memakai pendapat yang paling positive thinking. Bahwa Bening baik-baik saja dan hanya butuh stimulasi lebih terutama saat tummy time.

Aku mulai mengubah cara pandang dan mengumpulkan energi yang lebih besar. Waktu yang lebih banyak untuk Bening. Mengerjakan tesis hanya boleh ketika Bening tidur. Saat dia bangun, habiskan sebanyak mungkin waktu beraktivitas di LANTAI. Serta tidak terlalu banyak memegang tangannya. Membiarkan dia mencari cara sendiri untuk melakukan sesuatu. Membiarkan instingnya untuk merangkak dan duduk sendiri, keluar.

Siapa sangka, di usianya yang ke-11 bulan Bening merangkak, lancar sekali, dan juga duduk baik dari posisi telungkup ataupun telentang. Master. Pelan-pelan kita belajar berdiri sendiri dan melangkah ya Ning.

Entah penjelasannya apa secara medis atau psikologis. Apakah sebelumnya Bening terlalu berfokus pada kemampuan lain sehingga motoriknya lambat, atau dia benar-benar kurang stimulasi, atau hanya memang belum waktunya saja 

Apapun itu aku masih merasa bersalah karena telah lepas tangan pada pengasuhan. Setelah ini, ketika sudah mengasuh Benimg secara penuh lagi, aku ingin menata ulang semuanya. Membayar waktu yang sempat hilang. Meski pasti harus berhadapan dengan cerca dan laku sok tahu dari banyak orang, bahwa aku "punya gelar" dan tak sepantasnya berdiam diri di rumah.

Wait, aku nggak berdiam diri sih. Tenang ya netijen budiman, aku akan tetap berkarya, kerja nggak harus kantoran kan? *Aku bilang gini jangan terus diprospekin bisnis MLM ya* Aku udah dapet "kerja" kok, tepat di hari pemberkasan yudisium, insyaAllah halal dan ada duitnya, wkwkwkwk



Sunday, 23 December 2018

Mas Faqih, Suami yang Nggak Seru Diajak Ngobrol?



"Ada yang mau diomongin nggak?"

"Jangan main HP terus dong, ngobrol yuk!"

Dua kalimat ini sering banget aku lontarin ke Mas Faqih tiap ada kesempatan berduaan. Terlebih sejak kami LDR. Jujur aku merasa was-was. Katanya, suami atau istri itu kan teman hidup, harus yang enak diajak ngobrol tentang apa saja. Artinya tiap ngobrol selalu seru, nggak ada abisnya, dan pastinya nyaman. Tapi aku merasa Mas Faqih hanya ngobrol tentang hal-hal seperti keuangan atau pendidikan. Selebihnya obrolan kami terasa garing, krik-krik, atau tidak ada titik temu.

Wednesday, 5 December 2018

Jadi Ibu Ternyata Merupakan Pekerjaan Paling Berbahaya

Saya sedang di kereta, perjalanan pulang ke Cilacap dari Jogja. Meninggalkan Bening yang tidak mau ASIP maupun formula sejak jam 2 dini hari sampai jam 6 sore hari, sekitar 17 jam kalau tidak salah hitung.

Di seberang tempat duduk saya ada bayi yang usianya mungkin mendekati 2 tahun (saya sok-sokan memprediksi dari jumlah giginya). Sedang mimik. Ibunya dengan galak bilang "DIEM! DIEM!" sambil memaksanya mimik padahal si bayi minta nonton kartun di HP yang baru saja diputar oleh si ibu itu sendiri, namun dimatikan karena mungkin dianggap sudah cukup nontonnya. Sekilas ibu ini terlihat sangat jahat di mata saya.

Wednesday, 21 November 2018

Kurangin Pamer dan Nyinyir Sesama Ibu Muda


Hari ini Bening, anak pertama saya, sudah berusia 10 bulan kurang 5 hari. Tapi dia belum bisa merangkak layaknya bayi-bayi lain. Bening juga belum bisa duduk sendiri. Saya mulai khawatir dan  bertanya pada Mbah Google. Si Mbah mengantarkan saya pada sebuah video di You Tube yang menjelaskan bahwa merangkak pada bayi itu ada dua macam. Pertama, merangkak dengan telapak tangan dan lutut sebagai tumpuan gerak, cara ini paling umum. Satu lagi menggunakan lutut dan lengan bawah sebagai tumpuan gerak. Video itu menyebutnya army's crawl, merangkak gaya tentara. Mbah Bening yang seorang Jawa Ngapak menyebutnya 'ngglangsur'. Saya cukup tenang usai melihat video ini karena Bening ternyata sudah terhitung merangkak, hanya saja menggunakan teknik army's crawl yang tidak biasa tadi.

Wednesday, 24 October 2018

UGM Sudah Wisudaan Lagi Tapi Tesis Saya Belum Juga Selesai


Hari ini UGM menggelar wisuda, lagi-lagi saya belum wisuda.

Saya ingat betul, masuk kuliah S2 pertama kali pada tanggal 15 Februari 2016, hari ulang tahun saya ke 23. Sekarang sudah 28 Oktober 2018, artinya dengan satu kali masa cuti, saya sudah masuk semester ke-5 dan 3 bulan lagi habis.

Tuesday, 18 September 2018

Yang Aku Kangenin dari Mas Faqih Selama LDM



"Coco...Coco...mau aku ajak gosip nggak? Pengen Nyinyirrrr akutu..."

"Kenapa lagi Khiiiing?"

"Sebel deh, masa ada ibu-ibu punya hutang ke mantannya anaknya udah 3 tahun gak dibayar-bayar. Eh terus dia nikahin anaknya gede-gedean dong!"

"Apasi Khiiing Bicik lu Khiiing!!!"

Monday, 25 June 2018

Buat Apa Punya Anak?



Hari ini aku titip surat pengajuan aktif kembali kuliah, setelah cuti semester kemarin. Ini bukan pertama kalinya, sejak hamil aku sudah sering merepotkan teman-teman di Jogja untuk mengurus ini-itu terkait perkuliahan. Dan sedihnya kali ini surat tersebut belum bisa ditandatangani, aku diminta datang langsung ke Jogja atau mengajukan surat kuasa, padahal deadline pengurusannya hari ini. Tentu pilihan kedua yang kulakukan, nggak mungkin aku ninggalin Bening. Ah, semoga masih bisa diurus besok meski telat.

Saturday, 31 March 2018

Namanya Juga Rumah Tangga, Pasti Ada Waktu Nggak Akurnya

Bukan mengumbar masalah pribadi rumah tangga. Tapi setiap cerita selalu bisa membawa hikmah. Karena lagipula apa yang diceritakan tentu tak bisa merangkum lengkap semuanya. Selalu ada yang tak tertulis. 

Thursday, 15 February 2018

Surat untuk Bening



Tepat jam 12.01 (a.m) Ibuk mulai menulis surat ini Nak, nggak tahu kapan selesainya karena sambil menyusui dan mengganti popokmu. Surat yang rencananya Ibuk tulis sebelum kamu lahir, tapi gagal karena lahirmu mendahului HPL.

Saat Ibuk mulai menulis ini, kamu sedang tidur, Bapakmu juga mendengkur. Sementara Ibuk sedang merasa biasa saja saat memasuki usia 25 tahun. Ibuk terjaga untuk menjaga hadiah terbaik yang pernah Ibuk dapat di tanggal 15 Februari.

Saturday, 27 January 2018

Bukan Hanya Aku, Suamiku Juga Melahirkan Anakku

Apakah laki-laki bisa melahirkan anaknya? Menurutku bisa, suamiku membuktikannya malam itu.

HPL masih Februari, meskipun ini sudah akhir Januari, nggak nyangka sama sekali dia akan lahir hari Jumat, 26 Januari 2018.

Lituhayu Bening Pambayun. Anak perempuan pertama yang cantik dan jernih hatinya.